Dear Blog,
Hari ini adalah hari terakhir gw bekerja diperusahaan yang udah cukup lama menjadi “tempat mencari nafkah”. Perusahaan yang sudah begitu banyak memberikan ilmu dan pengetahuan yang selama ini ga bisa gue dapati ditempat lain. Perusahaan yang menurut pendapat gue sendiri adalah “kampus bisnis” karena banyak diantara temen-temen kerja gue yang menjadi TDA (Tangan Di Atas). Terakhir adalah mantan manager operasional gue yang resign bulan Februari lalu, dan sekarang sudah eksis menjadi boss buat dirinya sendiri. Bulan Agustus ini giliran gue yang lulus dari “kampus bisnis” tercinta ini. Walau gue agak sedikit kecewa karena dipenghujung karier gue disini gue gagal” meng-goalkan” tender bernilai 2,3 Milyar lebih untuk perusahaan ini, hari Kamis kemarin..hiks..hiks..hiks!
“kampus bisnis”, ini julukan gue buat perusahaan ini, karena gue banyak sekali menimba ilmu dari boss gue dan juga kelenturan sistem yang diterapkan sebelumnya sehingga gue bisa menciptakan “my own business” yang bisa gue kontrol sambil gue kerja disini. Kalo bisa dibilang gue cukup lama jadi amphibi, sampai akhirnya gue memutuskan untuk menikah dan “Kembali ke Titik Nol”.
Banyak diantara temen2 yang bilang bahwa gue udah sukses, udah berhasil sehingga berani meninggalkan zona comfort dan memutuskan resign dari perusahaan yang udah memberikan penghasilan yang cukup bagus saat ini. Well, secara langsung maupun tidak langsung kalau mau jujur sebetulnya ini adalah bentuk ketidakberanian gue untuk protes secara langsung dengan sistem yang ada saat ini di perusahaan. Sebenarnya tidak salah sistemnya, yang gue pelajari selama ini mengenai sistem yang diterapkan sebenarnya sudah high quality, hanya saja personal ataupun SDM yang ada tidak siap dengan perubahan yang cukup dramatis (sepertinya metode Kai Zen yang paling tepat kalo mau diterapkan deh….ini mah langsung TQM). Ruang kerja dipasang CCTV, telepon kantor terekam dengan baik di komputer yang dipasangi software khusus. Segala sesuatu harus sesuai dengan juknis (petunjuk teknis) dan protap (prosedur tetap). Padahal…….perusahaan ini adalah perusahaan yang memiliki tingkat improvisasi hampir 90% lebih (menurut gue), bisa dibayangkan betapa kakunya kerja bagian operasional.
Nah..gue yang kebetulan berada dibarisan operasional ga cukup kuat nahan perubahan iklim kerja yang demikian hebat, karena iklim tersebut mempengaruhi juga team work. Karena gue adalah orang yang tidak bisa kerja sendirian sementara saat ini temen2 sekantor merasa bisa kerja nafsi-nafsi alias sendiri-sendiri..jadilah gue orang yang ga berguna lagi dikantor, coz kerjaan gue sudah pasti melibatkan orang lain sementara yang lain berpikiran bisa kerja sendiri-sendiri. Kreativitas gue mandeg, ide gue mati, pekerjaan gue menjadi ga bernilai lagi. Dan Akhirnya daripada gue menjadi beban perusahaan dan gue menjadi orang yang ga berguna di perusahaan ini, ada baiknya gue segera menyingkir.
Resign gue rasa adalah pilihan yang terbaik buat gue dan perusahaan. Saat ini gue ga ubahnya benalu buat perusahaan, digaji tapi tidak lagi menghasilkan apa-apa buat perusahaan (ini yang membuat bathin gue menangis karena makan gaji buta).
Cukup-cukup,cukup……..kayaknya mulai OOT nich ! oke, itu cuma sekedar curahan hati gue yang ga berani gue ungkapin langsung ke boss. Gue hanya mau berpikir positif bahwa ini adalah jalan yang terbaik yang gue pilih, Gue sudah memilih……..istri gue udah mensupport……….tinggal jalanin aja kehidupan gue selanjutnya. Mudah2an dengan bekal ilmu yang ada gue bisa membangun kerajaan bisnis sendiri. Amin.
Fight..Fight..Fight ! I’m Free Now.
Ps. Lupa …mo kasih tahu juga sementara ini mungkin gue libur ngeblog lagi…sampe batas waktu yag tidak ditentukan
Thank 4 all !